Rabu, 08 Februari 2012
T-ara Tandatangani Kontrak Ratusan Ribu Dollar dengan ‘GiBalHan Chicken’
Menurut kantor T-ara pada 6 Februari kemarin, para gadis itu menerima tawaran dengan jaminan lebih besar dari bintang idola lainnya untuk menandatangani kontrak selama setahun. Gadis-gadis itu dijamin minimal sebesar $892.000 dan akan menerima royalti.
’GiBalHan Chicken’ sendiri menjelaskan mengenai pilihan mereka, “Kami memilih T-ara menjadi model terbaru kami, karena mereka telah memiliki penggemar berbagai usia dengan lagu mereka ‘Roly Poly’, ‘Cry Cry’, ‘Lovey Dovey’, dan banyak lagi.”
T-ara akan segera melakukan syuting iklan baru yang segar dengan tetap mengusung imej asli ‘GiBalHan Chicken’ yaitu ‘ramah keluarga’, dan memiliki rencana untuk menggelar berbagai acara di masa depan yang meliputi acara tanda tangan di toko afiliasi ‘GiBalHan Chicken’.
Korporasi itu juga telah memulai penelitian baru untuk mengembangkan produk yang mengekspresikan masing-masing gaya yang unik tujuh anggota T-ara untuk menerobos pasar Hallyu. Dalam berita terkait, T-ara tengah bersiap untuk meluncurkan single Jepang ketiga mereka ‘Roly Poly’ pada tanggal 29 Februari, dan akan menuju ke Jepang pada tanggal 16 Februari untuk memulai promosi Jepang.
Sabtu, 14 Januari 2012
So Yeon ------- T-ara
KAMI pernah menulis tentang enam artis Korea yang nyaris masuk dalam grup wanita terbesar di Korea, SNSD. Melanjutkan kisah itu, kami punya cerita dari So Yeon yang kini jadi personel grup T-ara. So Yeon menceritakan perjuangannya masuk ke SNSD, hingga kekecewaannya ketika gagal mencapai impiannya.
Cita-cita tumbuh sejak kecil. Bahkan ia bilang, ketika bisa berdiri di depan kaca, saat itulah keinginan menjadi bintang muncul. Setelah masuk ke SMA seni, ia mengikuti pelatihan di sebuah agensi artis ternama (dugaan kami SM Entertainment). Ia berlatih bernyanyi dan menari setiap hari selama beberapa tahun. Sekali latihan, paling tidak So Yeon menghabiskan tiga potong kaus yang basah kuyup karena keringat. Sayangnya, enam bulan sebelum SNSD debut, ia gagal terdaftar sebagai anggota. So Yeon tentu patah hati. Ia pulang ke rumah dengan perasaan hampa.
Setahun berikutnya, So Yeon mengaku menjalani masa terberat. Kesedihan bertambah mana kala nenek dan pamannya jatuh sakit, lalu meninggal setahun kemudian.
“Bukan hanya orangtua, tapi semua keluarga mendukung impian saya, terutama nenek dan paman. Tapi tepat setelah saya harus menyerah pada kehidupan pelatihan, mereka meninggal dunia di tahun yang sama. Keduanya mengatakan hal yang sama: ‘Jadilah seorang penyanyi’,” urai So Yeon lirih.
“Setelah pemakaman, saya mencoba bangkit dan kembali berusaha menemukan tekad saya semula, meraih impian saya. Saya menggertakkan rahang dan berkata kepada diri sendiri, ‘Mari coba sekali lagi’,” imbuhnya.
Gayung bersambut. Mnet Media mengumumkan, mereka mencari satu anggota untuk melengkapi grup baru yang akan dirilis. Bagi So Yeon, ini kesempatan yang tak boleh dilewatkan.
“Saya mencoba mencari seseorang yang bisa membantu. Pada akhirnya, saya harus menemukan alamat perusahaan Mnet dan datang langsung ke sana. Seminggu setelah saya membujuk agar bisa bertemu CEO-nya, mereka akhirnya membiarkan saya masuk. Saya ikut audisi di tempat dan saya terpilih,” bebernya.
Canggung bertemu junior di pelatihan
Impian So Yeon menjadi penyanyi terwujud bersama grup T-ara, yang memulai debut pada 2009. Masalahnya, tahun itu SNSD sudah jadi grup cewek paling ngetop dengan lagu “Gee” dan “Genie”. Sementara itu, SHINee dan f(x) yang jadi junior So Yeon di pelatihan, justru jadi seniornya di dunia keartisan.
“Rasanya sangat canggung saat saya debut, hahaha. Di panggung debut kami, Jongnyun dan Taemin SHINee datang dan menyapa saya. Saya memperlakukan mereka seperti yang biasa dilakukan saat pelatihan dan bicara dengan bahasa informal dengan mereka. Saat mengingatnya, saya tak enak hati dan sangat mengkhawatirkannya. Pada akhirnya, kami membicarakannya dan memutuskan saling menghormati seperti yang kami lakukan saat pelatihan,” urainya.
T-ara
Lantas bagaimana perasaan So Yeon terhadap sukses SNSD? “Setelah meninggalkan SNSD, saya sebenarnya canggung berhadapan dengan personel SNSD. Tapi setelah debut dan promosi bersama T-ara, banyak hal yang terselesaikan. Sekarang, waktu saya bersama T-ara sudah sama seperti waktu yang saya habiskan bersama SNSD. Saya bahagia bersama SNSD, tapi tak pernah menyesal menjadi anggota T-ara. T-ara adalah grup junior SNSD dan kami berharap bisa seperti mereka. Saya tetaplah unnie (kakak –red) di dalam grup SNSD dan kami tetap saling kontak. Orangtua kami (bahkan) dekat satu sama lain,” paparnya panjang.
Sekarang impian So Yeon jadi terkenal sudah terwujud. Tak hanya menyanyi, ia berkali-kali muncul di majalah serta eksis di televisi. Di kalangan seleb, So Yeon dikenal sebagai artis yang ramah, supel, dan humoris. Kemunculannya di salah satu episode variety show 100 Points out of 100 sangat berkesan, ketika gadis kelahiran tahun 1987 itu bisa menebak judul lagu yang ngetop pada 1989. Gara-gara jawabannya benar, teman-temannya meledek, So Yeon sebenarnya bukan kelahiran 1987, tapi 1978.
“Hahaha, saya benar-benar lahir tahun 1987. Saya bahkan bisa menunjukkan kartu identitas jika kalian mau. Orangtua saya sering bilang, saat kecil saya suka duduk di depan TV sambil menyenandungkan lagu. Saat beranjak besar, saya juga sangat tertarik pada musik, jadi saya tahu banyak lagu-lagu senior,” tukasnya.
Mengenang masa lalu dan perjuangannya yang tak mudah, So Yeon mendapat banyak hikmah. “Saya mulai ikut pelatihan 10 tahun lalu. Jika saya boleh mengatakan satu hal, saya ingin bilang kepada orang-orang yang benar-benar dan sangat ingin menjadi penyanyi agar terus mengejar jalan ini. Kalian tak bisa hanya melakukannya, tapi harus bekerja keras. Kalian harus melakukannya jika menginginkannya,” pesan So Yeon.
“Jika hanya mengandalkan bakat, tak akan bisa melalui tahun-tahun yang panjang. Sebagai peserta pelatihan, kau mungkin berpikir yang dibutuhkan hanyalah impian dan semangat. Tapi begitu memulai debut, impian dan semangat itu menjadi karier dan lingkunganmu. Kau tak bisa makan, tidur, dan tak punya teman. Kau tak bisa melakukan apa pun kecuali berdiri di atas panggung. Sungguh, hanya mereka yang menggilai karier ini yang harus mengejarnya,” tutupnya.
Langganan:
Postingan (Atom)


